Kehadiran dun-ya di tengah element masyarakat itu merupakan bagian kebutuhan.Ini bukan lagi masalah tuntutan zaman atau membuang duit sekedar chattingan ngalor-ngidul tanpa memiliki nuansa manfaat.Lebih dari sebatas itu,dun-ya terkhusus bagi para mania tulisan itu merupakan kanvas putih layaknya sang pelukis yang kapan keinginannya menumpahkan seluruh imajinasinya di visualisasikan melalui ruang blog di salah satu aplikasi yang melayaninya.
Jadi bagi penikmat koresponden,kehadiran dun-ya itu merupakan gelanggang permainan mengasyikan yang benar memanjakan sehingga terasa pentingnya untuk mengenal lebih dalam kedasar laut social.Akan tetapi,pastikan tidak menerjang portal kesusilaan dan norma agama.Karena kita hidup di alam NKRI yang menjaga martabat agama dan kehormatan.
By Abu Nikhal